HOME
Home » AGAMA ISLAM » PERBANKAN SERTA ASURANSI SYARIAH

PERBANKAN SERTA ASURANSI SYARIAH

Posted at July 23rd, 2018 | Categorised in AGAMA ISLAM

home isurance concept

Bank ialah sesuatu lembaga keuangan yang bergerak dalam menghimpun dana masyarakat serta disalurkannya kembali dengan memakaikan proses bunga. Dengan demikian, hakikat serta sasaran bank adalah buat menolong masyarakat yang memerlukan, baik dalam menyimpan ataupun meminjamkan, baik berbentuk uang atau barang bernilai lainnya dengan imbalan bunga yang sesegera mungkin dibayarkan oleh masyarakat pemakai jasa bank Bank ditinjau dari segi penerapan bunganya. PERBANKAN SERTA ASURANSI SYARIAH merupakan produk keuangan yang akan dibahas saat ini.

  1. Bank Berasas Syariah

Bank Islam atau bank syari’ah adalah bank yang didasarkan atas hukum Islam. Istilah bunga yang adanya terhadap bank umum tak adanya dalam bank Islam. Bank syariah memakaikan sebagian metode yang bersih dari riba, contohnya layaknya berikut:

  • Muḍārabah, yaitu kerja setara antara pemilik modal serta pelaku usaha dengan perjanjian
  • bagi result serta sama-sama menanggung kerugian dengan persentase sesuai perjanjian
  • Musyārakah, yakni kerja setara antara pihak bank serta pengusaha di mana masing-masing sama-sama mempunyai saham
  • Wadi’ah, yakni jasa penitipan uang, barang, deposito, ataupun surat berharga
  • Qarḍul hasān, yakni pembiayaan lunak yang diberikan kepada nasabah yang baik dalam kondisi darurat
  • Murābahah, suatu jenis penjualan yang terdapat adanya kesepakatan penjual dengan pembeli buat mempersediakan suatu hasil kerja, dengan ditambah hitungan keuntungan terctat jelas di atas biaya produksi
  1. Prinsip-Prinsip Asuransi Syari’ah

Terhadap umumnya, para ulama berpendapat asuransi yang didasarkan syari’ah dibolehkan serta asuransi umum haram hukumnya. Asuransi dalam ajaran Islam merupakan salah satu upaya seorang muslim yang berdasarkan nilai tauhid. tiap manusia merasai jikalau sebenarnya tiap jiwa tak mempunyai daya apakah pun ketika mendapat musibah dari Allah Swt,. baik berbentuk kematian, kecelakaan, bencana alam ataupun takdir buruk yang lain. buat melawan beragam musibah tersebut, adanya sebagian metode buat menghadapinya.

Pertama, menanggungnya sendiri. Kedua, mengalihkan resiko ke pihak lain. Ketiga, mengelolanya bersama-sama.

Banyak pula hadis Rasulullah saw. yang memerintahkan umat Islam buat saling melindungi saudaranya dalam melawan kesusahan

3. Perbedaan Asuransi Syari’ah serta Asuransi Umum

Tentu saja prinsip tersebut lain hal dengan yang berlaku di proses asuransi umum, yang memakaikan prinsip transfer resiko. Seseorang membayar sebanyak premi buat mengalihkan resiko yang tak dapat dia pikul kepada perusahaan asuransi. Dengan kata lain, sudah berlangsung ‘jual-beli’ atas resiko kerugian yang belum pasti terjadi. Di sinilah cacat perjanjian asuransi umum. Karena akad dalam Islam mensyaratkan ada sebuah yang bersifat pasti, apa itu berupa barang maupun jasa.

Masyarakat yang baru mendaftar tapi ada kendala, lalu membatalkan, dana awal dapat ditarik kembali, kecuali beberapa kecil saja yang telah diniatkan buat dana tabarru’ (sumbangan) yang tak bisa diambil.

Untuk pengaturan asuransi di Indonesia bisa dipedomani Fatwa Dewan Syari’ah Nasional No. 21/DSN-MUI/X/2001 mengenai Pedoman Umum Asuransi Syari’ah.

 

Tags :